Memperbanyak Dzikir untuk Mengingat Allah
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman,
jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah
mengingat Allah…” (QS. Al Jumu’ah: 9)
Sunnah-Sunnah Terkait Shalat Jum’at
1. Mandi Jum’at
Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at
adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi
seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka
kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah
wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi
pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau
minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara
dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam
memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya
mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Mengenakan Pakaian Terbaik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2
buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR.
Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)
Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus
untuk digunakan shalat jum’at.
4. Menyegerakan Berangkat ke Masjid dan duduk di shof pertama
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan
tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).
Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini
yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka
tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika
panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat
ketika matahari telah berkurang panasnya”
5. Memperbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian
datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam
mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka
akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya
ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib
sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya
6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah
Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah
(duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib
berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)
7. Melaksanakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah
selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr
menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail
berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2
rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim,
Tirmidzi)
Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at. Semoga kita senantiasa
diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi SAW.
Usai melaksanakan shalat Subuh di masjid, ada seorang anak bertanya
kepada kakaknya yang sedang liburan dari pondok, “Kak, sekarang hari
Jum’at ya, kata teman-teman kalau hari Jumat itu hari yang istimewa bagi
umat Islam, memangya ada dalil tentang itu ya Kak?” Kakak pun menyahut,
“Iya benar, dalilnya ada di dalam Al-Quran dan al Hadits, sekarang
dengarkan kakak akan melantunkan surat Al Jumu’ah ayat 9-10 dan
melafalkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dan Abu Daud.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ
الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ
خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ
فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang beriman, apabila
diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada
mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli[a]. yang demikian itu lebih
baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, Maka
bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah
Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. AlJumu’ah: 9-10)
Jum’at adalah satu hari di mana Allah mengistimewakannya dengan beberapa
hal sebagaimana dalam hadits, “Hari terbaik di mana matahari terbit di
hari itu adalah hari Jum’at. Di hari itu Adam diciptakan, di hari itu
pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan juga dikeluarkan dari surga. Dan
kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum’at” (HR. Muslim)
Di hari Jum’at, seorang laki-laki muslim yang telah baligh wajib
melaksanakan shalat Jum’at secara berjama’ah di masjid. Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Jum’at berjama’ah adalah kewajiban
bagi setiap muslim, kecuali 4 golongan, yaitu budak, wanita, anak kecil,
dan orang yang sakit” (HR. Abu Dawud)
Percakapan di atas contoh kecil seorang anak yang peduli dengan
amalan-amalan sunnah di hari Jum’at. Sudah menjadi kewajiban setiap
muslim mengetahui betapa agungnya hari Jum’at, pasti ia akan bersemangat
untuk melaksanakan berbagai macam amalan sunnah yang dituntunkan di
hari Jum’at. Salah satu contoh langka yang mungkin sebagian kaum
muslimin belum tahu adalah membaca surah Al Kahfi pada hari Jum’at.
Sunnah-sunnah ibadah yang Nabi tuntunkan untuk dikerjakan di hari Jum’at
sangatlah banyak. Baik sunnah-sunnah secara umum, maupun terkait khusus
bagi laki-laki yang hendak melaksanakan shalat Jum’at. Antara lain;
1. Memperbanyak shalawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya hari
yang paling utama bagi kalian adalah hari Jum’at, maka perbanyaklah
shalawat kepadaku di dalamnya, karena shalawat kalian akan disampaikan
kepadaku”. Para sahabat berkata, “Bagaimana ditunjukkan kepadamu
sedangkan engkau telah menjadi tanah?” Nabi bersabda,“Sesungguhnya Allah
mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi” (HR. Abu Dawud, Ibnu
Majah, An Nasa-i)
2. Membaca Surah AlKahfi
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم-
قَالَ : مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ
لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ
Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu
alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada
hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua
Jum’at.”(HR Hakim dalam Al-Mustadrok)
3. Memperbanyak Doa
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
menyebut hari Jum’at kemudian berkata, “Di hari Jum’at itu terdapat
satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan
memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan
dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang
menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Yang dimaksud dengan detik terakhir dari hari Jum’at adalah saat
menjelang Maghrib, yaitu ketika matahari hendak terbenam.
4. Memperbanyak Dzikir untuk Mengingat Allah
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman,
jika kalian diseru untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah
mengingat Allah…” (QS. Al Jumu’ah: 9)
Sunnah-Sunnah Terkait Shalat Jum’at
1. Mandi Jum’at
Diantara hadits yang menyebutkan dianjurkannya mandi pada hari jum’at
adalah hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi pada hari jum’at, maka ia mandi
seperti mandi janabah…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian ulama ada yang mewajibkan mandi jum’at dalam rangka
kehati-hatian berdasarkan hadits dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mandi pada hari Jum’at adalah
wajib bagi setiap orang yang telah baligh.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Membersihkan Diri dan Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi
pada hari Jum’at dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau
minyak wangi kemudian berangkat ke masjid dan tidak memisahkan antara
dua orang, lalu shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika imam
memulai khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya
mulai Jum’at ini sampai Jum’at berikutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Mengenakan Pakaian Terbaik
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wajib bagi kalian membeli 2
buah pakaian untuk shalat jum’at, kecuali pakaian untuk bekerja” (HR.
Abu Dawud dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh Al Albani)
Di dalam hadits ini Nabi mendorong umatnya agar membeli pakaian khusus
untuk digunakan shalat jum’at.
4. Menyegerakan Berangkat ke Masjid dan duduk di shof pertama
Anas bin Malik berkata, “Kami berpagi-pagi menuju sholat Jum’at dan
tidur siang setelah shalat Jum’at” (HR. Bukhari).
Ibnu Hajar Al ‘Asqalani berkata dalam Fathul Bari, “Makna hadits ini
yaitu para shahabat memulai shalat Jum’at pada awal waktu sebelum mereka
tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada shalat zuhur ketika
panas, sesungguhnya para shahabat tidur terlebih dahulu, kemudian shalat
ketika matahari telah berkurang panasnya”
5. Memperbanyak Shalat Sunnah Sebelum Khatib Naik Mimbar
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mandi kemudian
datang untuk shalat Jum’at, lalu ia shalat semampunya dan dia diam
mendengarkan khutbah hingga selesai, kemudian shalat bersama imam, maka
akan diampuni dosanya mulai jum’at tersebut sampai jum’at berikutnya
ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
Hadits di atas juga menunjukkan terlarangnya berbicara saat khatib
sedang berkhutbah, dan wajib bagi setiap jamaah untuk mendengarkannya
6. Tidak Duduk dengan Memeluk Lutut Ketika Khatib Berkhutbah
Sahl bin Mu’adz bin Anas mengatakan bahwa Rasulullah melarang Al Habwah
(duduk sambil memegang lutut) ketika sedang mendengarkan khatib
berkhutbah” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, derajat : hasan)
7. Melaksanakan Shalat Sunnah Setelah Shalat Jum’at
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kalian telah
selesai mengerjakan shalat Jum’at, maka shalatlah 4 rakaat.” Amr
menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail
berkata, “Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka shalatlah 2
rakaat di masjid dan 2 rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim,
Tirmidzi)
Demikian sebagian sunnah-sunnah pada hari jum’at. Semoga kita senantiasa
diberikan semangat dalam menjalankan sunnah-sunnah Nabi SAW.